Labels

Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts

Thursday, 27 October 2016

Taman Nasional Baluran, Afrika Kecil di Ujung Timur Jawa

padang savana bekol taman nasional baluran
Tak hanya manusia yang bisa punya kemiripan. Bentang alam pun juga bisa mengalami hal serupa meski terpisah jarak yang jauh. Contohnya saja Bandung yang dijuluki Paris van Java dan Garut yang disebut dengan Swiss van Java. Tapi Indonesia memang punya kekayaan alam yang sangat banyak. Setelah Bandung dan Garut, masih ada Taman Nasional Baluran di kabupaten Situbondo yang mirip dengan Taman nasional Serengeti di Tanzania sehingga membuatnya dijuluki Little Africa in Java.

Taman nasional Baluran terletak kurang lebih 60 km dari pusat kota Banyuwangi. Tetapi jarak tersebut belum termasuk 12 km yang harus dicapai pengunjung dari pos masuk hingga pusat lokasi Taman nasional Baluran. Meski jauh, Taman nasional Baluran dapat ditempuh dengan mudah disebabkan kondisi jalan yang mulus dan petunjuk arah yang jelas.

Jika datang dari arah Surabaya akan melewati Jalur pantai utara dengan pemandangan pohon jati yang mengapit di kanan kiri jalan. Sementara jika berangkat dari pusat kota Banyuwangi akan melewati pantai Boom dimana pulau Bali yang berada di seberang dapat terlihat jelas.
gunung baluran
Keunikan dari Taman Nasional Baluran yang membuatnya dijuluki Little Africa adalah keberadaan padang savana yang sangat luas yang dinamakan Savana Bekol. Sementara gunung Baluran yang berdiri gagah dibelakang membuat pemandangan alam di Taman Nasional Baluran terlihat dramatis.

Untuk mendapatkan momen terbaik di Taman Nasional Baluran pengunjung disarankan datang di pagi hari saat sinar matahari masih lembut. Warna padang savana dan gunung Baluran yang kekuningan diterpa cahaya hangat matahari pagi berpadu sempurna dengan birunya langit.

Taman nasional Baluran buka mulai jam 07.30 tetapi untuk keperluan khusus seperti melihat sunrise maka diperlukan konfirmasi sehari sebelumnya melalui Trihari, petugas layanan pengunjung (humas) di nomor 0823 3221 3114 atau (0333) 461936/461650. Keuntungan lain yang bisa didapat jika datang dipagi hari adalah koleksi hewan liar di Taman Nasional Baluran yang terdiri dari 26 jenis satwa dapat lebih mudah ditemui.
Banteng liar di taman nasional baluran
rusa di taman nasional baluran
burung merak di taman nasional baluran
Contohnya saja banteng yang menjadi ikon Taman Nasional Baluran. Atau jenis hewan lainnya seperti Kijang, Rusa, Kancil, Kucing bakau, Burung merak dan lain sebagainya. Selain fauna, Taman nasional Baluran juga memiliki beragam tumbuhan asli yang khas dan mampu beradaptasi di lingkungan yang sangat kering yaitu Widoro bukol, Mimba dan Pilang.
tanaman asli taman nasional baluran
Yang menarik di Taman nasional Baluran, pengunjung dapat menjelajah kawasan pelestarian alam dengan ekosistem alami tersebut dengan menggunakan kendaraan bermotor roda empat ataupun roda dua. Walaupun diwajibkan untuk mengikuti jalur yang telah ditentukan oleh pengelola. Demikian juga bagi mereka yang hobi trekking dan hiking.

Meski memperbolehkan penggunaan kendaraan bermotor tetapi pengelola tidak menyediakan fasilitas tersebut seperti layaknya di Taman safari contohnya. Namun pengelola bisa membantu untuk mencarikan ojek, mobil atau kendaraan bak terbuka untuk kebutuhan pengunjung dengan tarif harga yang juga bisa ditanyakan kepada humas pengelola.

Bagi pengunjung yang menyukai kehidupan alam liar, Taman nasional Baluran menyediakan camping ground dengan fasilitas air bersih yang memadai. Tetapi bagi pengunjung yang ingin menyatu dengan alam tetapi tidak mau repot untuk mendirikan tenda dan lain sebagainya, mereka dapat menyewa wisma penginapan yang dikelola oleh pihak Taman nasional Baluran.

Penginapan di Taman nasional Baluran disewakan dengan harga mulai 100 ribu hingga 400 ribu rupiah tergantung dari kapasitas tampungnya. Adapun lokasi penginapan terbagi menjadi 2 (dua) yaitu di padang savana Bekol dan pantai Bama.
pantai bama di taman nasional baluran
Wilayah Taman nasional Baluran yang sangat luas memang membuat kawasan konservasi ini juga berbatasan langsung dengan laut. Dengan salah satu spot pantainya yang menarik yaitu pantai Bama. Di pantai Bama pengunjung diharap untuk berhati-hati dengan barang-barang bawaannya karena tempat ini dihuni ratusan monyet liar.
Selain padang savana, hewan-hewan liar dan pantai, Taman nasional Baluran masih memiliki beragam tempat menarik untuk dinikmati saat liburan. Seperti misalnya hutan evergreen yang dipenuhi pepohonan hijau meski musim kemarau di Taman nasional berlangsung lama yaitu dari bulan Mei sampai dengan Desember. Selain itu, ada juga Goa Jepang, Teluk air tawar, dan lain sebagainya yang tersebar di sudut-sudut Taman nasional Baluran.

Selain Kawah ijen dan Pantai Pulau Merah, Taman nasional Baluran juga merupakan objek wisata wajib di Banyuwangi. Terutama buat mereka yang mencintai alam dan yang bermimpi liburan ke Afrika tapi belum kesampaian. Apalagi tiket masuknya juga sangat murah, cukup 15 ribu rupiah saja per orang.

Bagi yang berminat liburan ke Taman nasional Baluran dapat membuka website resminya terlebih dahulu disini supaya bisa ngatur kapan waktu liburan yang pas. Siapa tahu bisa bertepatan dengan musim kawin Rusa ataupun Burung merak.

Saturday, 22 October 2016

Pantai Pulau Merah Yang Kini Berwarna Coklat

Di tengah gegap gempita kampanye Kementerian Pariwisata untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan ke Indonesia masih terdapat beberapa persoalan yang mengganjal. Infrastruktur dan kesiapan masyarakat setempat adalah persoalan klasik. Tetapi diluar kedua hal tersebut, kondisi beberapa destinasi wisata yang ada pun patut dipertanyakan.

Salah satunya adalah Pantai pulau merah yang berada di “surga baru di ujung timur pulau Jawa”, yaitu Banyuwangi. Kabupaten yang berhadap-hadapan langsung dengan pulau Bali ini menjadi primadona baru bermodalkan kekayaan alamnya yang terdiri dari hutan, laut dan gunung.

Di kalangan pecinta olahraga surfing, nama Banyuwangi telah dikenal terlebih dahulu berkat ombak pantai Plengkung atau orang bule menyebutnya dengan G-land yang konon levelnya hanya berjarak satu tingkat dibawah pantai-pantai di Hawaii. Selain pantai Plengkung, Banyuwangi juga masih memiliki pantai Pulau merah yang meskipun tak sama kedahsyatan ombaknya tetapi memiliki pemandangan alam yang memukau.
Bentangan pasir yang luas, pantai yang biru jernih dan dengan latar belakang perbukitan menjadi daya tarik utama pantai Pulau merah. Lokasinya memang cukup jauh dari pusat kota Banyuwangi, yaitu 60 km yang dapat ditempuh selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Meski jauh tetapi akses menuju pantai Pulau merah dapat ditempuh dengan mudah berkat fasilitas jalan yang mulus dan petunjuk arah yang jelas.

Nama pantai Pulau merah berasal dari sebuah bukit yang berada tak jauh dari bibir pantai. Warna tanahnya yang merah menyebabkan pantai ini dinamakan pantai Pulau merah. Ketika air laut surut, pengunjung dapat berjalan kaki menuju pulau tersebut. Tetapi jika pengunjung datang saat air laut pasang maka tak perlu juga kecewa. Karena masih ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di pantai Pulau merah.
Buat yang hobi surfing ataupun yang sekedar coba-coba, ombak pantai Pulau merah layak ditaklukan. Pengunjung juga tak perlu repot-repot membawa papan surfing karena di pantai Pulau merah ada persewaannya. Sementara buat yang mau santai-santai menikmati semilir angin bisa menyewa payung tenda untuk tidur-tiduran sambil meneguk segarnya air kelapa.
Tetapi pada pertengahan tahun 2016 kegiatan wisata di pantai Pulau merah mulai terganggu dengan adanya banjir lumpur. Yang menyedihkan adalah musibah banjir lumpur tersebut disebabkan oleh keserakahan manusia yaitu kegiatan penambangan emas yang dilakukan di gunung Tumpangpitu yang berada tak jauh dari pantai Pulau merah.

Jumlah pengunjung yang datang pun turun drastis karena mereka juga pasti kecewa. Atau mungkin buat yang sudah tahu dengan penyebab banjir lumpur di pantai Pulau merah asalnya dari kegiatan penambangan akan segera mengurungkan niatnya karena khawatir dengan kandungan polutan kimia yang mungkin bercampur. Sementara mata pencaharian nelayan setempat juga terganggu. Kini mereka harus berlayar lebih jauh untuk mencari ikan.
Kekhawatiran pengunjung sudah coba diredam oleh instansi-instansi terkait di Banyuwangi dengan cara melakukan kegiatan bersih-bersih dan mengecek kandungan polutan dalam banjir lumpur di pantai Pulau merah. Hasilnya memang tidak ditemukan zat berbahaya.

Tapi dengan tidak adanya kandungan polutan berbahaya pun, calon pengunjung pun sudah pasti enggan datang ke pantai Pulau merah. Coba saja bandingkan foto-foto dari hasil liburanku tahun 2015 lalu dengan foto-foto pantai Pulau merah tahun 2016 ini yang bisa dibrowsing di Google sekarang. Sangat diragukan kalau ada yang masih mau datang dengan kondisi saat ini.

Banyuwangi menjadi contoh sukses dari sebuah kabupaten yang berhasil dikenal secara Go digital. Tetapi sifat dari industri digital yang viral juga menjadi senjata mematikan bilamana kondisi dalam dunia nyata tak seindah yang terlihat dalam dunia maya. Tentu saja kita sekarang sedang membicarakan pantai Pulau merah yang masuk dalam destinasi wisata di iklan Wonderful Indonesia buatan Kementerian Pariwisata yang sedang gencar ditayangkan di berbagai media.

Kekecewaan wisatawan akan satu destinasi wisata yang sedang gencar dipromosikan tentunya akan menimbulkan pertanyaan besar bagi destinasi wisata lainnya. Apalagi ini menyangkut wisata alam dan pertambangan, dua hal yang sangat berseberangan. Sehingga keseriusan pemerintah terhadap target 20 juta kunjungan wisatawan pun patut dipertanyakan. Dan isu yang lebih besar, keseriusan terhadap kelestarian lingkungan juga ternyata meragukan.

Friday, 2 September 2016

Air Terjun Madakaripura Petilasan Terakhir Gajah Mada


Lautan pasir di gunung Bromo memang mengundang decak kagum. Namun lama kelamaan keringnya pemandangan membuat mata pun meradang. Tapi tak perlu lama karena masih dalam satu kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ada air terjun Madakaripura.

Hanya diperlukan waktu kurang lebih 30 menit dari lokasi wisata Gunung Bromo untuk menuju air terjun yang konon katanya menjadi tempat petilasan terakhir Mahapatih gajah Mada ini.
Patung Gajah mada sengaja ditempatkan di pintu masuk untuk menyampaikan pesan bahwa legenda itu benar adanya. Tak lama selanjutnya Anda akan disambut oleh tour guide yang menawarkan jasanya untuk menemani perjalanan menuju lokasi air terjun Madakaripura.
Air terjun Madakaripura memang sedikit berbeda dengan air terjun pada umumnya. Disini kita tidak perlu naik turun anak tangga yang jumlahnya ratusan. Melegakan memang. Tetapi sebagai gantinya, kita diwajibkan untuk sedikit trekking sepanjang kurang lebih 500 meter. Tapi tak perlu panik karena jalurnya tidak menanjak.

Selain itu perbedaan lain dari air terjun Madakaripura dibanding air terjun lainnya yaitu ada pada bentukan alamnya. Air terjun setinggi kurang lebih 200 meter ini dikelilingi oleh dinding-dinding batu yang melingkar. Sehingga terlihat seperti sebuah lubang besar. Maka tak jarang tetesan air membasahi dari segala penjuru walau kita tidak berdiri di dekat air terjun.

Dengan segala keindahan yang dimiliki oleh air terjun Madakaripura diperlukan pula beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum berkunjung ke tempat wisata yang ada di kabupaten Probolinggo ini.

1.Perhatikan cuaca
Tempat wisata air terjun Madakaripura rawan longsor. Berhati-hatilah saat cuaca tak bersahabat atau saat sedang musim hujan. Apalagi bentuk air terjun Madakaripura yang seperti ceruk akan menyulitkan kita bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2.Sepatu olahraga/outdoor
Karena medan bebatuan yang licin dan sesekali harus menyeberangi sungai maka diperlukan sepatu yang nyaman sekaligus melindungi kaki. Abaikan foto diatas ya. Soalnya itu datang tanpa persiapan, harap maklum kalau nyeker.

3.Jas hujan
Sebelum mencapai lokasi air terjun kita akan melintasi sebuah tebing yang bentuknya seperti kanopi dengan airnya yang deras menetes dari atas. Namun jika tak membawa jas hujan juga tak perlu khawatir karena di tempat ini ada penyewaan payung dengan tarif 5 ribu rupiah per payung.

4.Pakaian ganti
Yang dimaksud pakaian disini tentunya meliputi baju, celana beserta dalemannya. Namanya juga main ke air terjun. Tak afdol rasanya kalau belum berbasah-basahan. Jangan lupa pula kantong plastik untuk menyimpan baju basahmu.

5.Kamera anti air
Pemandangan di air terjun Madakaripura terlalu indah untuk tidak didokumentasikan. Selain itu, foto merupakan bukti otentik kalau kita pernah datang kesini. Untuk yang eksis setiap waktu, setidaknya siapkan pelindung hape agar tetap bisa check in tapi hape tidak rusak.

6.Nego harga pemandu
Menyewa seorang pemandu memang ada plus minusnya. Plusnya kita bisa tahu tentang ceritera air terjun Madakaripura ini. Tapi minusnya di air terjun Madakaripura atau di beberapa tempat lain terkadang seorang pemandu tidak mau menyebutkan harga diawal bagi pengunjung yang mau menyewa jasanya. Sehingga waktu terakhir mau bayar-bayaran seringkali pengunjung kaget. Oleh karena itu ada baiknya diawal kita bernegosiasi dulu soal harga jasa yang ditawarkan.

7.Cuci kendaraan
Pengunjung seringkali kaget ketika kembali ke parkiran kendaraannya sudah dalam keadaan tercuci. Bersih atau tidaknya itu relatif ke penilaian masing-masing pribadi. Tetapi tak sedikit orang yang tidak terlalu suka kendaraannya baik itu sepeda motor atau mobilnya dicuci orang lain tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Oleh karena itu informasikan diawal jika kendaraanmu tidak perlu dicuci. Tetapi jika sudah terlanjur berikan saja imbalan seikhlasnya.
8.Tas anti air
Sebenarnya di parkiran tempat wisata air terjun Madakaripura terdapat banyak warung-warung makan yang menerima penitipan tas. Tetapi demi kenyamanan dan keamanan, barang-barang pribadi lebih baik tetap kita bawa sendiri. Bukan karena resiko kehilangan barang saja tetapi bisa jadi ada kemungkinan tas tertukar dengan pengunjung lainnya.

Air terjun Madakaripura lokasinya memang sangat berdekatan dengan tempat wisata gunung Bromo. Pemandangannya yang indah sangat disayangkan jika dilewatkan. Memang sih kesannya sepele, hanya air terjun. Terus kenapa jadi harus banyak yang disiapkan. Ya karena biar bagaimanapun, liburan tetap tidak boleh mengabaikan keselamatan. Setuju?

Wednesday, 10 August 2016

Sunrise Bromo yang Berkeadilan Sosial

Hukum alam menyebutkan matahari terbit setiap pagi dari arah timur. Dan selalu demikian setiap pagi hingga proses terbitnya matahari tak ubahnya seperti rutinitas harian lainnya. Seringkali terlupakan atau bahkan tak ada artinya.

Berbanding 180 derajat jika kemudian lokasi untuk melihat matahari terbit berada di puncak gunung. Daya magisnya yang besar sanggup mengubah matahari, langit dan bumi menjadi sumber rasa syukur yang tak terukur.

Namun yang menjadi pertanyaan kemudian adalah masalah perbedaan stamina tiap orang yang membuatnya tidak bisa menikmati matahari terbit dari puncak gunung. Beruntunglah kemudian Indonesia memiliki gunung Bromo yang terletak di provinsi Jawa Timur. Karena dengan menggunakan mobil sewaan kini semua orang dapat menyaksikan cantiknya matahari terbit.

Hanya satu masalah terakhir saja yang harus dihadapi yaitu dinginnya udara yang seringkali mencapai 0 derajat Celsius. Tetapi demi suasana hati yang berdebar menunggu apakah matahari terbit dengan sempurna atau tidak, rasanya dengan segala kemudahan yang ada maka hawa dingin sebagai hambatan terakhir pun wajib ditaklukan.

Jam dinding menunjukan pukul 3 dini hari saat pengelola penginapan dan supir mobil sewaan tak hentinya mengetuk pintu kamar kami. Bergegas jaket dan segala perlengkapan untuk menghadapi dinginnya udara pun kami lingkarkan di sekujur tubuh.

bintang - bintang di langit gunung bromo
Kami tahu bahwa keberangkatan awal dapat menentukan posisi untuk melihat matahari terbit di Penanjakan 1. Harus diakui memang berjubelnya pengunjung memiliki dampak yang cukup besar bagi ketertiban di Penanjakan 1. Seringkali pengunjung yang datang terlambat tidak bisa melihat matahari terbit karena tertutup pengunjung yang ada didepannya.

Dan jika kesiangan maka mau tak mau juga harus sewa ojek untuk menuju pos Penanjakan karena jauhnya lokasi parkir mobil sewaan. Tetapi ditengah beberapa kekurangan yang ada, Bromo menjadi puncak gunung yang sangat bersahabat untuk melihat matahari terbit karena berbagai kemudahan yang ditawarkan kepada pengunjung.

Bahkan Bromo juga menyediakan berbagai spot wisata cantik lainnya seperti padang savana bukit Teletubbies, pasir berbisik, pura luhur Poten, dan lain sebagainya yang bisa dinikmati selepas menyaksikan keindahan matahari terbit.

Monday, 8 August 2016

Soto Gading Solo Favoritnya Pejabat


Siapa bilang tempat makan favorit pejabat harus ekslusif dan dengan harga mencekik. Tak percaya? Datang saja ke warung makan Soto Gading di kota Solo. Tempatnya cukup sederhana, panas tak berpendingin ruangan dan dengan deretan kursi meja yang sama dengan pengunjung lainnya.

Soto memang bukan masakan khas Solo seperti Timlo. Malah boleh dibilang masakan nusantara karena hampir semua daerah di Indonesia punya menu Soto. Tapi di kota yang julukannya Spirit of Java ini, Soto seperti menjadi hidangan wajib untuk sarapan. Tak heran jika hampir di setiap sudut kota mudah ditemui penjual Soto.

Meski banyak penjual Soto tapi hanya beberapa yang mempunyai sejarah panjang hingga akhirnya menjadi favorit warga Solo dan menjadi ikon kuliner kota tersebut. Adalah Soto Gading 1 yang beralamat di jalan Brigjen Sudiarto no 75, Gading warung makan Soto yang telah sangat dikenal dan digemari warga Solo dan pecinta kuliner dari berbagai kalangan.

Berbicara harga yang murah, dibawah 10 ribu rupiah untuk semangkuk Soto sudah jelas bukan alasan para pejabat rela sarapan berpanas-panas ria disini. Tetapi komposisi pas dari kuah soto yang bening gurih yang membasahi nasi dengan suwiran ayam, soun, keripik kentang daun seledri dan bawang goreng lah yang pas untuk jadi alasan.

Belum lagi aneka camilan seperti keripik tempe, sosis Solo, tahu, sate usus, empal, perkedel dan lain sebagainya yang tersaji di meja makan semakin memanjakan lidah.

Porsinya yang sedang memang menjadikan Soto Gading cocok dijadikan sebagai menu sarapan. Tetapi tak mustahil jika Soto Gading disantap sebagai menu makan siang. Justru porsinya yang cukup tidak akan membuat mata ngantuk karena kekenyangan. Monggo disesuaikan saja dengan jam operasional Soto Gading 1 yang buka mulai pukul 05.30 hinggap 15.30 setiap harinya.

Friday, 5 August 2016

Fenomena Api Biru Kawah Ijen

Berada tepat di garis khatulistiwa menjadikan Indonesia bagai surga di atas bumi. Berbagai keindahan alam melimpah, beberapa telah dikenal tapi tak sedikit juga yang belum terjamah. Karena jumlahnya yang banyak maka tak heran jika ada yang tergolong keindahan alam langka di dunia.

Salah satu yang tersohor tentunya adalah fenomena api biru di Kawah Ijen. Yang tercatat saat ini, fenomena api biru alami tersebut hanya ada dua di dunia. Satu di Kawah Ijen dan satu lagi di Islandia.

Untuk mencapai titik api biru di gunung yang berada di perbatasan kabupaten Bondowoso dan kabupaten Banyuwangi ini diperlukan usaha yang tidak sedikit dan mudah. Yang pertama, api biru hanya bisa diliat saat gelap. Yang kedua, pendaki harus melawan suhu dingin; asap belerang yang menyesakkan dada dan yang ketiga adalah medan yang terjal nan curam.

Karena tebalnya asap belerang dan arahnya yang seringkali menutupi lajur pendakian maka untuk menuju kaldera Kawah Ijen hanya dibuka mulai pukul 01.00 dini hari. Bagi semua pengunjung, titik awal pendakian dimulai dari pos Paltuding dengan dikenakan harga tiket 5 (lima) ribu rupiah per orang.

Dari pos Paltuding hingga bibir Kawah Ijen setidaknya diperlukan waktu 3 jam bagi pendaki pemula. Kemudian dari bibir Kawah Ijen untuk sampai ke kaldera dimana lokasi api biru berada setidaknya diperlukan waktu 30 menit menuruni medan berbatu terjal dan cahaya minim.
Bagi pengunjung yang masih awam kondisi jalur menuju lokasi api biru sangat disarankan untuk menyewa jasa guide untuk berjalan dari bibir Kawah Ijen hingga lokasi api biru demi alasan keamanan. Tak perlu bingung untuk menyewa jasa guide karena para penambang belerang akan dengan sangat cekatan memandu arah. Besarnya uang pun tak seberapa, hanya 150 ribu rupiah saja yang harus aku keluarkan saat itu demi keselamatan yang tak ternilai.

Jangan lupakan pula jaket, tak perlu tebal tetapi yang penting harus kuat menahan dingin dan tidak menyulitkan pergerakan badan saat turun menuju lokasi api biru. Lalu masker atau kain tebal dan juga air. Air sangat berguna untuk membasahi masker atau kain yang digunakan untuk menutupi hidung dan mulut agar asap belerang tidak terhirup.

Jika semua sudah lengkap, maka nikmatilah sepuas hati fenomena api biru di Kawah Ijen yang hanya ada 2 (dua) di dunia tersebut.

Thursday, 4 August 2016

Manusia-Manusia Super di Ujung Timur Jawa

Meski tak berjubah dan berbaju ketat tetap tak bisa dipungkiri bahwa pria-pria ini masuk dalam kategori manusia super. Siapa sangka keberadaan mereka yang awalnya justru diekspos oleh media asing bisa sekaligus membuka mata kita bahwa ada keindahan alam luar biasa di ujung timur pulau Jawa.

Semerbak keindahan alam Banyuwangi semakin menyengat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kota diujung timur pulau Jawa ini memang dianugerahi oleh berbagai keindahan alam, mulai dari pegunungan, pantai hingga hutan.

Kawah Ijen menjadi salah satu daya tarik keindahan alam Banyuwangi yang menyedot perhatian turis dari berbagai belahan dunia. Selain karena memiliki fenomena api biru yang hanya ada 2 (dua) di dunia, Kawah ijen juga memberikan manfaat bagi penduduk sekitar berupa kekayaan alam belerang.
Sulitnya proses penambangan belerang yang dilakukan tak pelak menyampaikan kisah tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang. Bagi pendaki pemula saja, trekking menuju bibir Kawah ijen yang menjadi lokasi penambangan membutuhkan waktu 4-5 jam dengan tanpa membawa beban.

Sementara para penambang, mereka masih harus memanggul belerang seberat 80-100 kg yang disusun dalam keranjang bambu. Dimana mereka rata-rata harus melakukan dua kali perjalanan naik-turun untuk mendapatkan penghasilan yang lebih banyak.
Harga yang mereka dapatkan untuk sekeranjang belerang pun boleh dibilang jauh dibawah biaya “ngopi” di kedai kopi waralaba. Hanya Rp. 925,- per kilogram untuk pikulan pertama dan Rp. 1250,- untuk pikulan kedua. Sungguh tak sebanding dengan nyawa dan kesehatan mereka tentunya.

Karena alat-alat yang mereka gunakan sangat jauh dari prosedur keselamatan yang seharusnya. Untuk mengusir pekatnya bau belerang yang membuat paru-paru sesak dan mata perih mereka hanya menggunakan kain yang dibasahi oleh air.
Mengabadikan cara mereka menambang ataupun sekedar berfoto dengan meminjam keranjang yang terisi penuh belerang sudah pasti instragamable banget ya. Sebagai imbalan buat foto yang keren, tak ada salahnya untuk memberi tips sekedarnya. Selain itu, atas kesopanan dan sikapnya yang tidak memaksa pengunjung patut diacungi jempol.

Memeluk Indahnya Bukit Teletubbies


Tayangan edukatif Teletubbies yang ditayangkan di salah satu tv swasta sempat menjadi primadona bagi anak-anak pada tahun 1990an. Selain keempat karakternya, yaitu Tinky Winky; Laa Laa; Dipsy dan Po yang telah kita kenal ternyata bukit yang menjadi film-set nya pun juga tak kalah terkenal.


Adalah sebuah bukit savana yang terletak di kawasan wisata Bromo yang kemudian meminjam nama bukit Teletubbies sebagai bukti bahwa serial anak-anak ini sukses mencuri perhatian pemirsanya. Manakala musim penghujan mengguyur, spot bukit Teletubbies ini akan semakin terlihat mirip karena diselimuti hijaunya rerumputan.

Tapi tak perlu sedih saat berkunjung di musim kemarau. Meski rumput yang menyelimuti bukit Teletubbies menguning tetapi justru akan menampilkan pemandangan yang tak biasa. Tak percaya? Sewa saja seekor kuda sambil tak lupa kenakan topi cowboy dan jangan lupakan jaket. Ngga terlihat seperti di Indonesia kan....

Bukit Teletubbies menjadi satu dari empat spot yang wajib dikunjungi saat berlibur ke kawasan wisata gunung Bromo. Tiga lainnya yaitu Penanjakan (untuk melihat sunrise), kawah gunung Bromo, dan pasir berbisik. Semua spot ini dapat kita singgahi dengan sewa Jeep. Harga sewa Jeep-nya? Cukup 600 ribu rupiah saja untuk sebuah Jeep yang mampu memuat hingga 5 orang dewasa.