Labels

Showing posts with label Singapura. Show all posts
Showing posts with label Singapura. Show all posts

Sunday, 25 September 2016

Singapore Zoo Bukti Singapura Tak Sekedar Surga Belanja

Status negara berlambang patung Singa bertubuh Ikan ini sebagai surga belanja tak terbantahkan. Orchard road menjadi salah satu bukti dimana pusat perbelanjaan atau yang dikenal dengan sebutan mall berdiri berderet dan saling berhadapan. Lalu bagaimana dengan nasib wisatawan yang tidak suka belanja? Apakah punya peluang untuk menikmati liburan di Singapura?

Tentu bisa jawabannya,tapi apa buktinya? Singapore zoo, itu dia bukti konkritnya. Kebun binatang seluas 28 hektar ini sudah berhasil memenangi berbagai penghargaan tingkat dunia. Tak heran memang karena Singapore zoo diciptakan benar-benar seperti habitat asli untuk para satwa yang ada di dalamnya. Maka tak sedikit juga hewan langka sekalipun yang akhirnya bisa berkembang biak di tempat ini.

Mudah saja caranya untuk mencapai Singapore zoo. Wisatawan bisa menggunakan kereta MRT North South line (warna merah) lalu turun di stasiun Ang Mo Kio. Lalu sedikit berjalan kaki menuju Ang Mo Kio interchange dan dilanjutkan naik bus nomor 138. Tak perlu takut terlewat. Bus nomor 138 ini rutenya hanya Ang Mo Kio interchange – Singapore zoo. Kurang lebih 20 menit, bus pun sudah menepi di tempat tujuan, Singapore zoo!

Sebelum masuk Singapore zoo tentunya perlu tiket. Tiket di Singapore zoo dijual dalam bentuk beragam paket. Agar tak bingung, kunjungi dulu saja websitenya. Cukup klik disini untuk mendapatkan segala informasi awal mengenai Singapore zoo.

Area Singapore zoo yang sangat luas dibagi dalam 11 zona yang disesuaikan dengan jenis-jenis hewan yang ada. Saking luas dan banyaknya binatang yang ada juga bisa membuat bingung. Oleh sebab itu tentunya dibutuhkan peta Singapore zoo. Meski disana juga dibagikan secara gratis tapi tak ada salahnya juga bila download terlebih dahulu sebelum pergi. Klik disini untuk dapetin softcopy peta Singapore zoo.

Dengan jumlah satwa yang banyak dan wilayah yang luas sebenarnya hampir tidak mungkin cukup waktu dalam sehari untuk berlibur di Singapore zoo. Maka dari itu Singapore zoo menyediakan alat transportasi berupa Tram yang tiketnya dapat dibeli dengan harga SGD5 per orang supaya pengunjung bisa dengan cepat dan mudah untuk berpindah-pindah tempat. Kemudian jangan meremehkan yang namanya skala prioritas meskipun judulnya liburan di kebun binatang. Yang pertama jangan pernah lewatkan yang namanya show (pertunjukan) satwa. Yang kedua jangan lewatkan juga jadwal feeding (pemberian pakan) pada satwa. Dan yang terakhir, prioritaskan melihat satwa yang tidak ada di negara kita.

Di Singapore zoo, terdapat 4 (empat) pertunjukan satwa yaitu Splash safari show, Animal friends show, Elephants at work & play show, dan Rainforest fight back show. Setiap hari pertunjukan satwa akan dipentaskan 2 kali dalam sehari tetapi dengan melihat kondisi cuaca. Kalau melihat dari judul show-nya sih pengennya nonton semuanya. Tapi ujung-ujungnya cuma bisa nonton Rainforest fight back show.Beberapa koleksi satwa Singapore zoo ditampilkan di show ini. Tapi selain itu, Rainforest fight back show juga mengajak penonton untuk berinteraksi dengan mereka. Salah satunya lewat perlombaan mengupas kelapa antara penonton dengan seekor Orang utan. Walau pemenangnya sudah bisa ditebak tapi usaha si penonton yang tak mau kalah cukup mengundang tawa.
Keluar dari show segera bergerak menuju kandang satwa yang dapat giliran pemberian pakan. Kebetulan saat itu bertepatan dengan jadwal makan Badak putih. Hewan besar yang asalnya dari Afrika yang di habitatnya dikenal sebagai pemadam kebakaran tersebut terlihat santai mengunyah makanannya yang berupa rumput. Sementara di tempat terpisah, si Harimau putih yang belum mendapat giliran makan terlihat sedang bermalas-malasan layaknya kucing peliharaan di rumah.
Yang terakhir, ayo kita lihat lagi peta Singapore zoo. Coba cari kandang binatang yang sekiranya tidak ada di negara kita. Nah ini dia ketemu nih, kandang Panda! Singapore zoo memang baru saja kedatangan 2 (dua) ekor binatang pemakan bambu tersebut dari Sichuan, Cina. Animo pengunjung yang tinggi untuk melihat polah lucu satwa berbulu putih hitam membuatnya harus dibatasi. Tak sembarang waktu pengunjung boleh melihat Kai kai dan Jia jia, nama dari 2 (dua) ekor Panda di Singapore zoo ini. Pengunjung diharuskan untuk membeli tiket ekstra seharga SGD 5/orang lalu melakukan registrasi jam kunjungan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Beberapa menit sebelum jam kunjungan tiba, para penonton sudah antri menunggu giliran. Pada saat antri, pengunjung akan disuguhi tontonan video tentang proses pemindahan Kai kai dan Jia jia dari tempat asalnya hingga menuju Singapore zoo. Ternyata proses pemindahan sampai dengan Kai kai dan Jia boleh diperlihatkan ke muka umum memakan waktu berbulan-bulan dan sangat tidak mudah.

Dan kemudian tibalah saat yang dinanti. Pengunjung yang antri sesuai jadwal kunjungannya diperbolehkan masuk. Anak-anak yang sudah terlihat tidak sabar segera berlarian. Begitu juga orang dewasa juga banyak yang berjalan dengan langkah cepat. Maklum saja, waktu kunjungan pun hanya dibatasi 15 menit saja. Tiba di dalam, Kai kai dan Jia jia yang berbeda jenis kelamin ini ditempatkan di kandang terpisah. Para pengunjung bisa melihat dengan jelas keduanya sedang santai mengunyah batang demi batang bambu dari balik kaca.
Kai kai yang dalam bahasa Inggris berarti “Victorious” mempunyai sifat yang lebih pemberani. Tak malu menghadapi jepretan kamera dari pengunjung meskipun berjenis kelamin cowok. Kecepatan makannya pun juga luar biasa. Berbanding terbalik, Jia jia (Beauty) sang Panda betina justru lebih pemalu. Ia menghindari jepretan kamera pengunjung dengan bersembunyi di balik pohon. Kecepatan makannya pun lebih lambat dan Ia lebih suka tidur setelah menghabiskan makanannya. Satwa yang disukai anak-anak dalam film Kungfu Panda ini dalam sehari bisa menghabiskan 20 kg bambu.

Di Sichuan, Cina yang menjadi habitat asli Panda. Satwa ini tinggal di daerah berhawa sejuk. Oleh karena itu di Singapore zoo, kandang Kai kai dan Jia jia juga dibuat menyerupai aslinya. Penuh dengan pepohonan dan juga sejuk oleh pendingin udara. Lumayan buat numpang ngadem sebentar sebelum habis ini ke area Orang utan.

Meski Orang utan asalnya dari negara kita sendiri. Tetapi di Singapore zoo, Orang utan menjadi satwa unggulan. Buktinya? Singapore zoo menjadi kebun binatang pertama di dunia yang membuat kandang tanpa pagar bagi 37 ekor Orang utan yang ada didalamnya. Kandang yang dibuat juga sangat menyerupai habitat aslinya, penuh dengan pepohonan tinggi yang membuat Orang utan yang ada di dalam Singapore zoo bebas melompat dan bergelantungan.

Iri rasanya melihat Orang utan yang ada di Singapore zoo bisa sehat dan hidup tanpa ancaman jika dibandingkan di negara kita sendiri. Di Sumatra dan Kalimantan yang menjadi rumah alami bagi hewan yang hidupnya lebih banyak dihabiskan di atas pohon ini seperti ketakutan menghadapi pembakaran hutan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.

Selain melihat Orang utan, kita juga bisa berfoto bersama hewan yang lucu dan bersahabat ini di jam-jam yang sudah ditentukan. Demikian pula kita juga bisa berfoto bersama hewan-hewan lain yang ada di Singapore zoo. Lumayan buat nambahin kenang-kenangan dari Singapura, selain tas; sepatu dan baju!

Tuesday, 26 February 2013

Hangatnya Malam di Clarke Quay

Kalaulah pemandangan laut terlihat eksotis, pegunungan dengan nuansa magisnya maka tak salah kiranya jika sungai menyimpan romantisme. Tengok saja Clarke Quay di Singapura. Sungai yang dulu sempat mati suri karena tercemar kini telah berubah wajah menjadi tempat yang menyediakan suasana hangat untuk berkumpul bersama kawan selepas kerja dan juga untuk para wisatawan menghabiskan waktu di malam hari.

Wajah lama tapi suasana baru. Itulah sedikit gambaran dari tepian Boat Quay hingga Clarke Quay yang menjadi bagian dari sungai Singapura (Singapore River). Semenjak jaman dahulu Singapore river memang telah memiliki nilai ekonomis. Hanya saja dalam bentuk yang lain.

Di masa lalu Singapore river digunakan sebagai sarana lalu lintas kapal dagang. Letaknya yang membelah pusat kota menjadikan sungai ini sekaligus bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Tingkat lalu lintas kapal yang tinggi menyebabkan polusi Singapore river pun memburuk dan mengancam manusia. Hingga akhirnya dibuatlah tata kota sungai dan kota yang baru. Alhasil, Clarke Quay pun terlihat sangat cantik dan romantis.
Menyisir tepian Boat Quay hingga Clarke Quay bagaikan menyeka lelah setelah seharian berkeliling ke berbagai tempat wisata di Singapura. Temaram lampu berwarna warni dengan iringan lantunan musik dan sekaleng minuman dingin yang dinikmati bersama pasangan atau teman-teman seperjalanan membuat liburan jadi lebih hangat dan berwarna.

Jika perut terasa lapar, beragam restoran tematik yang dapat disesuaikan dengan suasana hati pun siap menyambut. Hooters contohnya. Buat cowok-cowok yang pergi dengan teman sejenis, tempat ini bisa bikin makan malam jadi lebih panas karena baju pelayannya yang seksi. Tapi hati-hati kalau perginya sama pasangan, salah fokus bahaya!
Untuk malam yang semakin liar. Clarke Quay juga menjadi lokasi dari beberapa pub dan nightclub yang cukup terkenal di Singapura. Karena Clarke Quay sendiri juga menjadi salah satu destinasi favorit untuk hiburan malam. Tak kurang juga, di Clarke Quay terdapat atraksi liar yang cocok bagi wisatawan yang doyan menguji adrenalin. Namanya G-Max Reverse Bungee dan GX-5 Extreme Swing.
G-Max Reverse Bungee menantang para penggemar uji adrenalin untuk duduk di atas kursi dan kemudian bersiaplah untuk dilontarkan ke atas hingga mencapai ketinggian 60 meter atau setara gedung setinggi 20 lantai dengan kecepatan 200 km/jam. Sementara GX-5 Extreme Swing mirip dengan ayunan raksasa. Peserta yang berani akan berayun dari ketinggian 50 meter dengan kecepatan mencapai 120 km/jam.Tiket untuk kedua wahana ini dijual mulai harga SGD 45/orang. Dan dengan tambahan SGD10 kamu-kamu yang pemberani bisa mendapatkan rekaman videonya. Tak hanya adrenalin saja yang terkuras rupanya. tapi dompet pun juga ikut terkuras.
Buat yang mencintai nyawanya, cukup beli saja es krim Turki. Selain pilihan rasanya yang banyak. Tersedia juga atraksi gratis yang lucu dari penjualnya. Es krim-nya yang lengket seperti permen karet dijadikan bahan permainan oleh penjualnya buat ngisengin pembelinya. Tawa dan canda pun ikut cair bersamaan dengan mencairnya es krim Turki yang ada dalam genggaman saat melihat orang-orang yang nekat uji nyali di G-Max Reverse Bungee dan GX-5 Extreme Swing berteriak histeris.

Mudah saja caranya untuk menuju Boat Quay ataupun Clarke Quay. Cukup gunakan MRT jalur North East Line yang warnanya ungu. Lalu turun di Stasiun MRT One Raffles Place untuk menuju Boat Quay. Sementara untuk menuju Clarke Quay bisa turun di stasiun yang namanya sama. Lokasinya pun cukup nyaman karena memiliki koneksi langsung dengan mall The Central.

Mall the Central Clarke Quay adalah salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Clarke Quay selain Riverside Point. Karena apalah arti Singapura kalau tidak ada mall.

Tuesday, 19 February 2013

Jurong Bird Park, Taman Burung Dengan Populasi Terbanyak di Dunia


Untuk yang pernah tinggal di desa lalu kemudian pindah ke kota karena suatu alasan tertentu maka akan ada waktunya tiba-tiba rindu suasana kampung halaman. Bukan hanya merindukan ketenangan hidup di desa tetapi juga suara cuitan burung di pagi hari yang membuyarkan mimpi indah.

Singapura walau ukuran negaranya tak besar tetapi boleh dibilang sebagai kota metropolitan. Tingginya gedung-gedung menghiasi langit. Sulit membayangkan rasanya bisa mendengar cuitan burung di pagi hari.

Tapi siapa sangka ternyata Singapura justru memiliki taman burung yang luas dengan jumlah populasi terbanyak di dunia. Iya, Jurong Bird Park namanya. Tempat ini seperti menjadi habitat alami dari berbagai jenis burung yang asalnya dari seluruh penjuru dunia.

Mudah saja caranya untuk menuju Jurong Bird Park, naik MRT East West Line (warna hijau) kemudian turun di Boon Lay Station. Sesampai di Boon Lay Station berjalan menyeberang ke (Terminal) Boon Lay Interchange. Dari (Terminal) Boon Lay Interchange perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan bus SBS Transit no 194 yang letaknya di paling ujung. Lalu duduk manis dan 10 -15 menit kemudian bus pun akan berhenti di Jurong Bird Park sebagai pemberhentian terakhirnya.

Kurs Dollar Singapura memang tergolong mahal jika dikonversi ke Rupiah. Oleh karena itu pengeluarannya harus digunakan seefisien mungkin. Tiket masuk Jurong Bird Park memang tidak bisa dibilang murah. Untuk itu salah satu cara untuk mengakalinya adalah dengan membeli tiket paketan. Untuk informasi harga paket yang ditawarkan dapat mengunjungi website Jurong Bird Park.

Sama seperti Singapore zoo, area Jurong Bird Park juga tak kalah luas. Sehingga akan lebih mudah kalau kita download dulu peta Jurong Bird Park. Dan setelah itu coba perhatikan itinerary yang ditawarkan di websitenya karena itu akan sangat membantu.

Jurong Bird Park merupakan taman burung nomor 2 (dua) di dunia yang memiliki jumlah spesies terbanyak. Kenyataan ini tentunya membuat pengunjung seperti tak mau melewatkan satu pun spesies burung yang ada di Jurong Bird Park. Namun yang terpenting jangan lewatkan pertunjukan dari beberapa spesies burung terlatih yang akan membuat penonton terpukau.

Contohnya saja High Flyers show yang dipentaskan di Pools Amphitheatre. Pertunjukan yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit ini menampilkan berbagai spesies burung seperti Elang, Hornbill, Macaw, Kakaktua, dan lain sebagainya. Seekor Kakaktua dapat dengan mudah diperintah untuk mengambil selembar uang milik penonton hingga dengan fasihnya dapat menyanyikan lagu Rasa Sayange, yang merupakan lagu asal negara kita.

Sementara burung-burung Macaw dengan kecepatan tinggi terbang begitu tangkas melewati lubang Hula Hoop yang kecil. Di akhir pertunjukan, jangan lewatkan kesempatan untuk berfoto bersama kawanan burung Flamingo diatas panggung.

Dan kalau masih kurang puas dengan berfoto bersama burung Flamingo, pengunjung juga bisa makan siang bersama kawanan burung Kakaktua. Hanya saja pengunjung akan dikenakan biaya tambahan bagi yang berminat dengan program tersebut.

Tapi kalau mau yang caranya murah meriah. Beli saja snack lalu cek jadwal feeding time masing-masing burung. Abis itu ngunyah snacknya sambil liat burung-burung tersebut makan juga. Yang penting kan bisa makan bareng hehe...

Acara feeding time burung-burung di Jurong Bird Park dikemas dalam bentuk acara yang menarik. Salah satunya Pelican Chit Chat yang ada di area Pelican cove. Acaranya dikemas dalam format interaktif, dimana si pembawa acara akan menerangkan mengenai profil burung Pelican. Dan ternyata di dunia terdapat 8 jenis spesies burung Pelican. Dan 7 spesies diantara telah berhasil ditangkarkan di Jurong Bird Park.

Kemudian setelah pembawa acara selesai menjelaskan, penonton dapat bertanya mengenai apapun yang masih berhubungan dengan burung Pelican. Lalu diakhir acara, si pembawa acara akan memberikan kuis. Penonton yang menjawab benar akan diberikan kesempatan untuk memberi makan ke kawanan Pelican yang tampak kelaparan.

Tak jauh dari Pelican cove ada area African Aviary dan Parrot paradise. Di African aviary terdapat berbagai macam burung yang berasal dari benua Afrika. Selain itu ada air terjun buatan manusia yang cukup tinggi di area African aviary.

Sementara itu di Parrot paradise, terdapat banyak burung-burung besar dengan warna bulu-bulunya yang sangat indah, yaitu Kakaktua dan Macaw. Sayangnya di Parrot paradise, burung-burung tersebut ditempatkan di dalam sangkar. Jadi pandangan agak sedikit terhalang oleh pagar besi.

Berbeda dengan Parrot paradise, di area Lory Loft, burung-burung Nuri yang bentuk fisiknya seperti miniatur burung Kakaktua ditempatkan dalam sangkar besar berukuran 3 ribu meter persegi. Para pengunjung bisa masuk kedalam Lori loft dan berinteraksi langsung dengan burung-burung Nuri yang jumlahnya lebih dari 1000 ekor tersebut.

Tidak dengan berbicara tentunya. Tapi dengan memberi makan spesias burung yang gemar makan serbuk sari bunga tersebut. Pengunjung dapat membeli pakannya seharga SGD3 sebelum masuk kedalam Lory Loft.

Dan jika mulai bosan dengan spesies burung yang biasa-bisa saja. Saatnya masuk kedalam World of Darkness. Ditempat ini tinggal kawanan burung yang aktif di malam hari, yaitu burung Hantu yang ternyata juga memiliki banyak jenis. Di area ini, pengunjung dilarang mengaktifkan fitur lampu kilat di kamera maupun handphonenya. Karena spesies burung ini matanya sangat peka terhadap cahaya.

Selain World of Darknes masih ada lagi area penangkaran burung yang berbeda dan unik. Namanya Penguin coast, dan rasanya tak sulit menebak burung apa yang ada di dalamnya. Seperti habitat asalnya yang berudara dingin, maka Penguin coast juga dibuat dalam ruangan indoor dengan suhu udara yang dingin. Lalu supaya bisa melihat tingkah Penguin-penguin yang aktif dan lucu ada baiknya masuk ke Penguin coast saat jadwal feeding time.

Area Penguin coast letaknya memang tak jauh dari pintu keluar. Tapi sebelumnya coba balik badan terlebih dahulu karena masih ada area danau burung Flamingo. Burung berbulu pink dengan kaki jenjangnya yang berwarna merah. Saat berkumpul dengan kawanannya, burung Flamingo ini lebih terlihat cantik.

Dan ketika tiba waktunya pulang, pengunjung yang belum puas melihat burung Kakaktua dan Macaw di Parrot paradise berkesempatan untuk melihat sekali lagi dengan jarak yang lebih dekat di pintu keluar. Bahkan burung-burung Kakaktua dan Macaw yang ada disini dibiarkan berdiri bebas tanpa dihalangi oleh pagar besi.

Pengunjung juga diperbolehkan untuk berfoto bersama kawanan burung Kakaktua dan Macaw. Burung-burung tersebut akan dipindahkan ke badan pengunjung dengan bantuan para pawang. Tetapi syaratnya harus dengan membeli paket foto seharga SGD35. Mahal ya?